Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

#PUISI Kesemuan yang Hakiki

Ketukan dalam kotak hitam, nyaring dan menjadikan diamku tak terarah. Pikiran dan hati tak selaras ,seakan ada perang dalam jiwa. Menghujat pikiran  dan membodohi hati, logikaku  memaksaku berpikir keras, sedangkan hati berbicara lembut seakan menipu. Bicaraku tak karuang, ku hanya mampu menjadikan kosa kata sebagai debu yang tak bermakna. mulutku bungkam,bibirku retak,darahku berdesir dan jiwaku semu. Sesakral inikah sebuah wujud dari rasa,  dari rasa bahagia,sedih ,dan mati rasa. Hidup namun tak terasa, mati tapi terasah. Hidupku semu,senyum dan kepercayaanku hilang aku serasa  terkunci dalam kegelapan , aku membutuhkan kunci itu,karena aku sangat merindukan peluk Sang Khalik...

#PUISI NIK / MATI

(Nikmati atau Mati) Musim gugur akan berlalu Kita menanti musim yang baru Kota-kota penuh sang penyeru Memanjakan tubuh pada pilu Waktu itu Aku masih di sini Tak banyak yang berubah Kulihat datangmu penuh percaya Tepat di bawah rembulan engkau bercahaya Bunga-bunga merindukan hadirmu, duhai Duduklah disini walau sejenak, wahai Mentari akan kita sambut pagi ini Dengan sejuta warna di ufuk timur. Rangkullah tangan kiriku. Genggamlah jemari-jemariku. Kita nikmati hari bersama. Hingga mentari berganti senja.

# PUISI Keunikanmu adalah Ketertarikanku

Cipt: Anha Kujajaki jalan setapak,ku temui namun tak ku jemput. sekedar ingin melihat namun tak ingin ada percakapan. aku terlalu takut untuk bertatapan denganmu takut akan jatuh hati pada tatapanmu yang begitu rupawan. Kau unik,kau tersenyum seakan mengodaku untuk berdansa di bawah rembulan kau berkata dengan bijak seolah kau adalah raja dari   timur tengah,   eksotis namun menarik. Dalam kegelapan yang tak berujung, kau masih terlihat Menawan. maaf kali ini bukan dusta, karena aku melihatmu dengan mata hatiku. Di dunia ini , ada banyak    kaum adam menduduki bumi . aku sudah bertemu beberapa kaum adam dengan karakter yang berbeda. dari yang manis, hingga menjadi larutan Asam. Namun aku mengakui caramu sangat sederhana kau unik dan aku menyukai hal itu. Bulukumba, 21 January 2019

#PUISI TERUNTUK LELAKIKU

Cipt: Anha Ku tuliskan Sajak puisiku dengan pena tajam. aku menulis tentang kita. dari halaman pertama sampai halaman 50 aku masih setia menulis tentang kita. Dalam sajakku aku menulis 25%   kesakitan akan perjungan dan selebihnya 25% adalah kebahagian yang kita cipta. Sebuah kasih yang seimbang , lalu ku mulai menulis bait per bait tentang kita, dan ku harap   tak akan ada kata dia. Halaman 51 , sebuah penegasan cukup kita yang memperindah semua sajak_sajak   puisi ini dan kelak akan ku jadikan buku becorak merah hati. "Aku adalah wanitamu dan kau adalah lelakiku" Halaman 52 , Sebuah tawa yang semu. kau adalah lelakiku, lalu mengapa kau terasa semu saat ini. "Tawamu adalah kedamaianku,ku harapa kau tertawa di hadapanku, bukan di hadapan dia maupun mereka" katakan saja bahwa aku egois Aku pun mengatakan bahwa aku tak peduli. Halaman 53 ,sebuah dilema kau mulai mendiamiku ,sajak puisiku pun   mulai mendiamiku. aku seakan ...

#PUISI HANYUT DIBAWA HASRAT

Cipt: Muhammad Imam Rauf Harus kau kuhancurkan. bisa meyakinkan kau sepenuhnya padaku. Mungkin kau masih putih kesayangan. Wahai kasihku.. Kemarilah, buat lengan ini kemana-mana.. Aku merayu, dengan setengah memaksa. Deras semena-mena rasa penasaranmu telah melaju. Cepat, layaknya siput menumpangi kereta api. Melaju, cepat sekali. Hal itu akan kurasakan seumur hidup bersamamu kekasihku. Tak terbatas pada satu malam saja. Seolah itulah satu-satunya sumber kebahagiaan dalam sepasang kekasih. Padahal, pandai memasak jauh menyenangkan bukan? Meyesal? Pasti. Telah terukir di jiwa yang terdalam. Kau hanyut kekasihku. Begitu deras kau terbawa. Harusnya kau bisa menyelamatkan. Sungguh berharga, tiada duanya. Tapi mengatasnamakan cinta dan ketulusan, kau rela, kau pasrah, kau takut aku kecewa. Kita sudah dewasa, hasrat tak lagi berbohong. Kita tahu, ini terlarang. Kita tahu, ini tak boleh. Tapi kita sudah jauh meninggalkan stasiun. Kau tahu apa yang kupikir? Aku ...

MAKNA CINTA

Cipt: Rika Arlianti DM Cinta ibarat menapaki jalan beraspal di bawah terik mentari dengan kaki telanjang. Memalingkan wajah dari pintu rumah sebelah dan sebelahnya lagi. Sebelumnya, di mataku dia berlian. Sekarang benda purbakala yang entah letaknya di mana. Bunga di taman berpose dimainkan angin sepoi. Menarik kumbangku tuk menjauh dan mendekat padanya. Bunga kamboja harum mewangi—bunga kematian—diperuntukkan mereka yang mencinta sampai sekarat. Semua perandaian tak ada guna. Meski kata sederhana jika sehati pasti menghayati. Ini teka-teki orang dewasa. Urusan hati tak ada kaitan dengan pikiran. Kalian yang akan dan mencinta pasti memaknai. Bulukumba, 16 Januari 2019 NB : Silahkan comment, karena bisa jadi anda punya makna yang lain tentang Cinta.

#PUISI UNTUK TUHAN

Cipt: Muhammad Imam Rauf "Ditulis dengan perasaan begitu haru. Bercampur aduk dengan rasa yang merindu. Puisi yang sederhana. Dari anak, yang telah jauh berkelana" Pernah, kami semua saling mengasih kehangatkan. Bertatap mata di sebuah meja makan. Tak sedikitpun merasa hidup akan sia-sia. Sebab sadar, hidup itu dulu kami semua bahagia. Mungkin, kenangan itu hampir mereka semua lupa. Saling merindu, tak berujung saling menyapa. Tuhanku, ketahuilah ada seorang yang sangat begitu butuh. Mengharap kasih dan sayang, yang sangat begitu utuh. Kini, semua itu akan menjadi kisah di sebuah buku. Menceritakan rindu saudara, ayah, dan ibuku. Kujalani hidup dengan rasa kuat dan senang. Sebab, mereka semua orang yang kusayang. Ada dekat, tetapi jauh. Ada yang jauh, lebih jauh. Do'aku sangatlah singkat. yang kubuat, tak ada jenuh. "Tuhanku, biarkan kami saling berjumpa. Di surgaMu, bahagia tak akan bisa aku lupa". Bulukumba, 11 Januari 2019

#PUISI AKU SUKA

Cipt: Seftia Wahyuni Aku suka... Yaa aku suka kamu... Aku suka caramu berjalan ke arahku Aku suka caramu tersenyum.. Suka cara memandangiku Jikalaupun mereka tidak menyukaimu Aku tetap suka kamu.. Entah berapa banyak kekurangan yang mereka cerita tentangmu... Aku tetap suka... Semua caramu membuatku bahagaia Seakan semuanya adalah kesederhanaan yang meyakinkan, bahwa denganmu aku bahagia Ya..Aku suka semua tentangmu. Bulukumba, 15 januari 2019

#PUISI DEEP

Cipt: Yoesrifandi Bisa aku menjelma Kalimat-kalimat manja, tapi sepertinya mulutmu tidak suka membaca. Bisa aku menjelma lukisan-lukisan indah, Namun sepertinya matamu tidak suka dengan desa. Bisa aku menjelma Narasi alegori jalan, Tetapi sepertinya telingamu tidak suka dengan garis putih putus-putus. Aku memilih Diam dan menulismu saja sebagai tanda tangan Terima kasih atas perjalanan besar yang sudah kau mulai dengan satu langkah kecil Pada malam itu Terima kasih atas kepedulian Pada segala kemegahan yang sudah kau jaga dan engkau bilang kuwariskan.. Terima kasih atas nuansa harmoni yang telah engkau cipta dalam puisi-puisi bernada. Hingga kau membawaku sampai pada sebuah makna. Engkau menjelaskan padaku mengenai kata dalam pelukan cinta, Menjelasakan padaku tentang dusta yang sering aku sengaja. Memaparkan padaku   yang mana pantas untuk diungkap dan mana yang tidak. Terima kasih Benar-benar terima kasih Hari ini aku mulai ...

#PUISI TIDAK LAGI DENGANMU

Cipt: Khaer Herr Aku pernah duduk Manis Kursi indah itu berada di pinggir danau Bersandar pada pohon yang berdiri kokoh Sekelilingnya ada mawar harum, Burung merpati mengerumuni makanan, Dan masih banyak lagi yang tak bisa kujelaskan. Aku menelusuri setiap keindahan itu Pada kursi yang membawaku menuju lelap yang terdalam Mawar dan Merpati itulah sebagai peracik obat kantukku Karena kecerobohanku Makanan merpati pun telah habis Membuat mereka bergeser pada mawar Hingga harum mawar berubah menjadi bau kotoran merpati Esok hari Aku kembali kesana Mengharap merpati mau berdamai denganku Namun, kudapati warna mawar telah pudar tak seperti kemarin Aku tetap di sana, di tempat yang sama Bercumbu pada ranting dan batang. Melupakan daun yang berguguran. Bulukumba, 28 December 2018