#PUISI HANYUT DIBAWA HASRAT
Cipt: Muhammad Imam Rauf
Harus kau kuhancurkan. bisa meyakinkan
kau sepenuhnya padaku. Mungkin kau masih putih kesayangan. Wahai kasihku..
Kemarilah, buat lengan ini kemana-mana..
Aku merayu, dengan setengah memaksa.
Deras semena-mena rasa penasaranmu telah melaju. Cepat, layaknya siput
menumpangi kereta api. Melaju, cepat sekali.
Hal itu akan kurasakan seumur hidup
bersamamu kekasihku. Tak terbatas pada satu malam saja. Seolah itulah
satu-satunya sumber kebahagiaan dalam sepasang kekasih.
Padahal, pandai memasak jauh menyenangkan
bukan?
Meyesal? Pasti. Telah terukir di jiwa
yang terdalam. Kau hanyut kekasihku. Begitu deras kau terbawa.
Harusnya kau bisa menyelamatkan. Sungguh
berharga, tiada duanya. Tapi mengatasnamakan cinta dan ketulusan, kau rela, kau
pasrah, kau takut aku kecewa.
Kita sudah dewasa, hasrat tak lagi
berbohong. Kita tahu, ini terlarang. Kita tahu, ini tak boleh. Tapi kita sudah
jauh meninggalkan stasiun. Kau tahu apa yang kupikir? Aku merasakan kau sama
seperti mereka!
Bulukumba, 25 Desember 2018.
Komentar
Posting Komentar