#PUISI HANYUT DIBAWA HASRAT




Harus kau kuhancurkan. bisa meyakinkan kau sepenuhnya padaku. Mungkin kau masih putih kesayangan. Wahai kasihku..
Kemarilah, buat lengan ini kemana-mana..

Aku merayu, dengan setengah memaksa. Deras semena-mena rasa penasaranmu telah melaju. Cepat, layaknya siput menumpangi kereta api. Melaju, cepat sekali.

Hal itu akan kurasakan seumur hidup bersamamu kekasihku. Tak terbatas pada satu malam saja. Seolah itulah satu-satunya sumber kebahagiaan dalam sepasang kekasih.

Padahal, pandai memasak jauh menyenangkan bukan?
Meyesal? Pasti. Telah terukir di jiwa yang terdalam. Kau hanyut kekasihku. Begitu deras kau terbawa.

Harusnya kau bisa menyelamatkan. Sungguh berharga, tiada duanya. Tapi mengatasnamakan cinta dan ketulusan, kau rela, kau pasrah, kau takut aku kecewa.

Kita sudah dewasa, hasrat tak lagi berbohong. Kita tahu, ini terlarang. Kita tahu, ini tak boleh. Tapi kita sudah jauh meninggalkan stasiun. Kau tahu apa yang kupikir? Aku merasakan kau sama seperti mereka!

Bulukumba, 25 Desember 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUSAKA IDEA

#PUISI ARAH JAM SEOLAH BERBALIK

#BAGIAN 1. RINDU CINTA TERLARANG