#PUISI UNTUK TUHAN



"Ditulis dengan perasaan begitu haru. Bercampur aduk dengan rasa yang merindu. Puisi yang sederhana. Dari anak, yang telah jauh berkelana"

Pernah, kami semua saling mengasih kehangatkan. Bertatap mata di sebuah meja makan. Tak sedikitpun merasa hidup akan sia-sia. Sebab sadar, hidup itu dulu kami semua bahagia.

Mungkin, kenangan itu hampir mereka semua lupa. Saling merindu, tak berujung saling menyapa. Tuhanku, ketahuilah ada seorang yang sangat begitu butuh. Mengharap kasih dan sayang, yang sangat begitu utuh.

Kini, semua itu akan menjadi kisah di sebuah buku. Menceritakan rindu saudara, ayah, dan ibuku. Kujalani hidup dengan rasa kuat dan senang. Sebab, mereka semua orang yang kusayang.

Ada dekat, tetapi jauh. Ada yang jauh, lebih jauh. Do'aku sangatlah singkat. yang kubuat, tak ada jenuh.
"Tuhanku, biarkan kami saling berjumpa. Di surgaMu, bahagia tak akan bisa aku lupa".

Bulukumba, 11 Januari 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUSAKA IDEA

#PUISI ARAH JAM SEOLAH BERBALIK

#BAGIAN 1. RINDU CINTA TERLARANG