#PUISI UNTUK TUHAN
Cipt: Muhammad Imam Rauf
"Ditulis dengan perasaan begitu haru. Bercampur aduk dengan
rasa yang merindu. Puisi yang sederhana. Dari anak, yang telah jauh
berkelana"
Pernah, kami semua saling mengasih kehangatkan. Bertatap mata di
sebuah meja makan. Tak sedikitpun merasa hidup akan sia-sia. Sebab sadar, hidup
itu dulu kami semua bahagia.
Mungkin, kenangan itu hampir mereka semua lupa. Saling merindu, tak
berujung saling menyapa. Tuhanku, ketahuilah ada seorang yang sangat begitu
butuh. Mengharap kasih dan sayang, yang sangat begitu utuh.
Kini, semua itu akan menjadi kisah di sebuah buku. Menceritakan
rindu saudara, ayah, dan ibuku. Kujalani hidup dengan rasa kuat dan senang.
Sebab, mereka semua orang yang kusayang.
Ada dekat, tetapi jauh. Ada yang jauh, lebih jauh. Do'aku sangatlah
singkat. yang kubuat, tak ada jenuh.
"Tuhanku, biarkan kami saling berjumpa. Di surgaMu, bahagia
tak akan bisa aku lupa".
Bulukumba, 11 Januari 2019
Komentar
Posting Komentar