#PUISI TERUNTUK LELAKIKU


Cipt: Anha

Ku tuliskan Sajak puisiku dengan pena tajam.
aku menulis tentang kita.
dari halaman pertama sampai halaman 50 aku masih setia menulis tentang kita.

Dalam sajakku aku menulis 25%  kesakitan akan perjungan dan selebihnya 25% adalah kebahagian yang kita cipta.

Sebuah kasih yang seimbang , lalu ku mulai menulis bait per bait tentang kita, dan ku harap  tak akan ada kata dia.

Halaman 51 , sebuah penegasan
cukup kita yang memperindah semua sajak_sajak  puisi ini dan kelak akan ku jadikan buku becorak merah hati.
"Aku adalah wanitamu dan kau adalah lelakiku"

Halaman 52 , Sebuah tawa yang semu.
kau adalah lelakiku, lalu mengapa kau terasa semu saat ini.
"Tawamu adalah kedamaianku,ku harapa kau tertawa di hadapanku, bukan di hadapan dia maupun mereka"
katakan saja bahwa aku egois
Aku pun mengatakan bahwa aku tak peduli.

Halaman 53 ,sebuah dilema
kau mulai mendiamiku ,sajak puisiku pun  mulai mendiamiku.
aku seakan sesak menancapkan penaku di atas  kertas.
"Di  halaman ini aku hanya menulis
 Mengapa membisu ?
hanya  dua kata namun membutuhkan seribu kata untuk menjawabnya "

Halaman 54 , Teka_teki
Kau adalah teka_teki , yang bisa saja ku pecahkan rumusannya bahkan aku  bisa terjebak dalam pertayaan ini.
"jika perasaanmu masih dalam teka teki,maka pulanglah ke rumah karena rumahmu yang dulu masih rapih dan indah"

Halaman 55 ,aku adalah rumahmu
jika kau masih tersesat dan belum menemukan rumah yang kau tujuh maka pulanglah, karena aku masih menantimu.
"Mengapa mesti mencari rumah yang baru ,sedangkan rumah mu masih nyaman untuk kau tempati,
jika jenuh,marilah kita menikmati secangkir kopi dan membaca sajak_sajak puisi tentang kita yang aku tuliskan untukmu.


Bulukumba 19 January 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUSAKA IDEA

#PUISI ARAH JAM SEOLAH BERBALIK

#BAGIAN 1. RINDU CINTA TERLARANG