#PUISI. BUDAK RASA
Cip: Anha
Aku pernah menjadi rimbah melawan segala Asa di penjuru bumi.
Menaklukan dingin pada malam hari, mencumbu sepi dan gelap.
Singa tak lagi ku takuti di perempatan jalan,
yang ku takuti adalah rasaku menerka_nerka hati yang tak kunjung ku tundukkan.
Aku adalah budak dari rasa yang tak mampu
ku pastikan seperti apa wujudnya di dasar jiwaku.
Sebuah dialog di sudut kota, membahas ranah kepahitan duniawi
Beberapa insan beraduh Asa, menundukan segala teori
tapi tak mampu melawan rasa yang mendara dalam tubuh.
Ada senyum sengaja singgah di pikiran, mengelolah segala rasa
dan membunuh setiap sendi pertahanan.
Mencoba lari dari kenyataan- lari sejuah mana kaki melangkah,
Nasib mengubah, dan takdir menjemput.
Namun semua hanyalah formalitas.
Aku adalah manusia lahir dari rasa,
tumbuh dari rasa dan mati karena rasa.
Rasamu akan membunuh secara perlahan jika kau perlakukan seperti Raja/Ratu.
Tapi jika kau abaikan rasa yang hanya menjadikan mu budak maka kau temukan bagian dari alasan untuk hidup.
BULUKUMBA, 28 MARET 2019 (07:50 Am)
Komentar
Posting Komentar