#PUISI ARAH JAM SEOLAH BERBALIK

Cipt: Khaer Herrera

Matahari bersembunyi di pertengahan bukit seberang
Ku sapa, ia tetap tak mau menampakkan wujud
Rinduku tertahan siang ini
Di batu tua, aku melamun tak jelas

Detak dan detik tak lagi memihak
Menjadikanku patung tak bermaksa seketika
Tak ada orang yang menikmati karyaku
Mereka di sibukkan, sehingga lupa fenomena

Dua puluh detik adalah waktu yang lama
Aku bagai wayang yang di lupakan
Datangnya kini tak lagi membuatku terpanah
Ia hilang, kini aku merindukan senja.

-Bukit samata memanggil
Gowa, 02 Februari 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUSAKA IDEA

#BAGIAN 1. RINDU CINTA TERLARANG