Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

#PUISI Cemasku Telah Terkemas

Cipt: Yoesrifandi Perjalanan itu menyenangkan Perjalanan itu pencarian Perjalanan itu adalah kesempatan Perjalanan itu adalah anugerah kehidupan Sungguh senang aku menatapmu Percaya diri, segala rintang engkau telah lewati Sungguh cemasku telah engkau kemas Berdua kau mengajarkan arti manusia Cakrawala yang kau suka Kisah senja yang kau senang baca Elegi yang kau anggap ilusi Sungguh cemasku telah engkau kemas Kata-katamu selalu  adalah yang bijaksana Aku kagum, sungguh kagum Meski kau dulu seperti aku Kini aku kau ajarkan segala, Terima kasih. Sungguh cemasku telah terkemas. Bulukumba, 28. Januari, 2019

#PUISI ARAH JAM SEOLAH BERBALIK

Cipt: Khaer Herrera Matahari bersembunyi di pertengahan bukit seberang Ku sapa, ia tetap tak mau menampakkan wujud Rinduku tertahan siang ini Di batu tua, aku melamun tak jelas Detak dan detik tak lagi memihak Menjadikanku patung tak bermaksa seketika Tak ada orang yang menikmati karyaku Mereka di sibukkan, sehingga lupa fenomena Dua puluh detik adalah waktu yang lama Aku bagai wayang yang di lupakan Datangnya kini tak lagi membuatku terpanah Ia hilang, kini aku merindukan senja. -Bukit samata memanggil Gowa, 02 Februari 2019

#PUISI NEGERIKU....

Cipt: Anha Derajat diutamakan dalam negeri pengetahuan ,moralitas disudutkan di ujung jalan. Anak bangsa di jadikan anak yang patuh bukan menjadikan anak kreatif. Zona nyaman terlalu indah untuk di tinggalkan hingga lupa tugas kita sebagai anak bangsa Indonesia memajukan negeri bukan memiskinkan negeri sendiri. Kita adalah anak NKRI bukan anak koruptor, Kita lahir dari kesucian sang pertiwi, lalu kesucian itu telah berubah menjadi abu_abu bahkan menjadi hitam pekat,haus akan kekuasaan,gila akan materi. Kebersamaan adalah mutlak,namun tak bisa di pungkiri berdua bisa menjadi tunggal di atas kursi panas. Kita ini  anak bangsa Indonesia,  lahir di dalam kesucian yang sama,tertawa,saling bersedih lalu mengapa ada penghianatan karena derajat di dunia ini. Bulukumba,  2 january 2019