Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

#PUISI. HURU-HARAMU KIAMAT

Cpt: Khaer HR. Ada kisah di gubuk tua itu Pertemuan kita yang telah layu Akan jadi saksi yang tak ragu Meski engkau tak pernah mau Kemana engkau lepas menyapa Kucari engkau tak pernah ada Kubasuh hati saat hadirmu tiada Aku derita; kau tawa Aku luka; kau bahagia Pernah ada; kini tiada Pernah cinta; kini rana Persetan dengan engkau; Pergilah, jangan menoleh kemari. Saat sapaan terakhir engkau marah Kusebut itu engkau murahan. Persetan dengan engkau; Meski hadirmu pernah kusambut Tapi pergimu tak kan ku rangkul Lepaslah, jauhkan jarimu dari hidupku Tak kan kuat indraku merasakan hadirmu Cintamu hanyalah kata Sedang, cintaku adalah rasa Sumpahmu hanyalah palsu Sedang, aku tak pernah bersumpah Engkau cabik-cabik hati yang pernah utuh Engkau gores-gores rasa yang ingin satu Persetan dengan engkau; Aku tak ingin melihatmu lagi Rasaku telah kututup rapat tak kan kubuka Karena hadirmu hanyalah luka. (Apartmen) Bulukumba, 16 April 2019

#PUISI. TENTANG KITA

Cipt. Hr. Rentang waktu tak lagi kuperdulikan Sejak ku tatap dikau dari mata yang menuntun Kutemukan rima-rima kehidupan yang menyejukkan Engkau bagai harum yang tercium tak ingin lepas Selagi hati ini ingin menetap, maka ia akan menetap padamu Meski sekarang dikau tak ingin menatap. Di jantung hatiku telah ku ukir namamu dengan tinta emas Yaa.. Disini. Engkau telah menyalurkan cinta di nadi-nadi ku Rasa itu telah kutanam dan kujaga tetap subur Biarlah ia bermekaran sampai ke ujung pandanganku Karena kutahu akan ada waktu untuk pertemuan kita Telah kuputar beribu-ribu melody tentang cinta Hingga ku temukan dirimu pada nada terakhir Yang datang membawa berjuta-juta warna Dengan senyum yang memesona jiwaku Membuatku riang gembira dalam senang Yaa.. Di sini Tepat di padang bunga kapas yang indah Kubentangkan sayap memelukmu di sana Dan ditemani angin yang mengipas helaian rambutmu. Sungguh indah. Biarkan ku eratkan pelukanku padamu Dan aka kubiarkan dirimu bersanda...