Postingan

KATA-KATA KITA KATAKU

Anonim/post                            Aku adalah kata yang begitu mudah kau ucap dan begitu sulit kau cinta. kamu adalah kata yang sulit kulupa dan begitu riang ku ucap. kita dimana setelah beribu waktu detik terlewat. seolah mengawal kata, namun diam ditempat. aktivitas tak lagi seperti biasa dengan pancaran senyum menggoda hias hari. jumpa kini bahkan sering terlewat tak ada sapa walau sekedar kata. kita adalah kata, banyak arti untuk mereka tak bermakna untuk aku dan kamu. kita adalah kata, harum semerbak bagi mereka berbau mati untuk aku dan kamu. maka kata-kata kita kataku bukan lagi cerita kita. maka kita dan kata-kataku sekedar sampai pada ucap kata. tak perlu lagi ada makna biar hilang setelah doa. tak perlu lagi ingkar janji karena ini sudah mati. Sudut Kata Makassar, 21/12/2019.16:21

#PUISI. TULUS

Karya: Khaer HR. Tertulis nama dalam catatan harian Bingkai indah; kan jadi pajangan Pada dinding tipis berwarna terang Hiasi hari-hari yang gemilang Tulus cinta; hati riang Terbisik dalam nyata, engkau datang Hilangkah resah dalam hati merana Hidupkan warna pada jingga senja Tak ingin pergi sebelum kata "Kita Cinta" Terbesit dalam hati tentang rasa sapa cinta di tepi cakrawala Senyum engkau rasa-rasa bahagia Tak ada mungkin, tak ada rahasia Semua tertuang dalam satu meja Cangkir-cangkir indah kan jadi saksi Senja berbisik ini pasti Karena itu aku tulus Mengajak dirimu di jalan lurus Biar ku ucap sisa, lepas pesta Duduk berdua, orang-orang tersenyum ria Bulukumba, 30 April 2019

#PUISI. HURU-HARAMU KIAMAT

Cpt: Khaer HR. Ada kisah di gubuk tua itu Pertemuan kita yang telah layu Akan jadi saksi yang tak ragu Meski engkau tak pernah mau Kemana engkau lepas menyapa Kucari engkau tak pernah ada Kubasuh hati saat hadirmu tiada Aku derita; kau tawa Aku luka; kau bahagia Pernah ada; kini tiada Pernah cinta; kini rana Persetan dengan engkau; Pergilah, jangan menoleh kemari. Saat sapaan terakhir engkau marah Kusebut itu engkau murahan. Persetan dengan engkau; Meski hadirmu pernah kusambut Tapi pergimu tak kan ku rangkul Lepaslah, jauhkan jarimu dari hidupku Tak kan kuat indraku merasakan hadirmu Cintamu hanyalah kata Sedang, cintaku adalah rasa Sumpahmu hanyalah palsu Sedang, aku tak pernah bersumpah Engkau cabik-cabik hati yang pernah utuh Engkau gores-gores rasa yang ingin satu Persetan dengan engkau; Aku tak ingin melihatmu lagi Rasaku telah kututup rapat tak kan kubuka Karena hadirmu hanyalah luka. (Apartmen) Bulukumba, 16 April 2019

#PUISI. TENTANG KITA

Cipt. Hr. Rentang waktu tak lagi kuperdulikan Sejak ku tatap dikau dari mata yang menuntun Kutemukan rima-rima kehidupan yang menyejukkan Engkau bagai harum yang tercium tak ingin lepas Selagi hati ini ingin menetap, maka ia akan menetap padamu Meski sekarang dikau tak ingin menatap. Di jantung hatiku telah ku ukir namamu dengan tinta emas Yaa.. Disini. Engkau telah menyalurkan cinta di nadi-nadi ku Rasa itu telah kutanam dan kujaga tetap subur Biarlah ia bermekaran sampai ke ujung pandanganku Karena kutahu akan ada waktu untuk pertemuan kita Telah kuputar beribu-ribu melody tentang cinta Hingga ku temukan dirimu pada nada terakhir Yang datang membawa berjuta-juta warna Dengan senyum yang memesona jiwaku Membuatku riang gembira dalam senang Yaa.. Di sini Tepat di padang bunga kapas yang indah Kubentangkan sayap memelukmu di sana Dan ditemani angin yang mengipas helaian rambutmu. Sungguh indah. Biarkan ku eratkan pelukanku padamu Dan aka kubiarkan dirimu bersanda...

Aku Lebih Baik Dibunuh #byAnha

AKU LEBIH BAIK DI BUNUH.    Sebuah perjalanan menuju kota daeng, segala diksi  romantis telah ku persiapkan untuk pertemuan kita di lapangan karebosi.     Rindupun berkecamuk di dalam dada dan sosok senyum yang selalu aku rindukan terbayang di jendela bus. Terkadang jarak menyiksa.     Hujan menjemput, rasa lelahpun sejenak meninggalkan entah kemana akan berlabu. Ku tinggalkan bus dan beranjak mencari sosok yang aku rindukan. Dan akhirnya kita bertemu di depan tenda merah, di bawah hujan yang manja.      Rindupun beranjak dari persinggahan, hujan semakin menyerbu.. Sifat ego yang kau bawah kepadaku tak  perna ku patahkan sedikitpun Cacian, aturanmu ku terima  atas nama cinta.      Namun setelah pertemuan kita ku melihat dirimu yang sesungguhnya Kau mematahkan segala mimpiku, menghancurkan nama dan merobek hati yang ku berikan untukmu Kau mengatakan cemburu? bukan, kau...

#PUISI. KAMU PERGI TANPA ALASAN

Cipt. IbasYourBae Keindahan cinta akan ternoda bila kebohongan telah hadir Begitu indahnya bibirmu saat mengucapkan kehohongan itu.. Tak ada rasa sakit bila itu kamu yang melakukannya Dengan mudah kamu berkata ” maaf kita tidak melanjutkan semuanya “ Tanpa menyadarinya aku masih bingung Mengartikan kata kata itu melucur dari bibirmu Dengan senyum polosmu, seperti tak berdosa Aku seperti kehilangan kaki untuk berdiri Bagaikan disambar halilintar disiang bolong. Begitu teganya kamu lakukan ini padaku.. Disaat aku sudah mulai mencintaimu dengan sepenuh hati.. Tak sanggup aku melihatmu.. Yang dulu begitu indah, sekarang bagaikan melihat hantu.. Harus dimana aku tempatkan diri ini jika bertemu kamu… Yang aku tau, janji dan impian kita tak mungkin lagi bisa terwujud,.. Tak tahu apa yang merubah hatimu kepadaku.. Tanpa penjelasan yang jelas kamu pergi Entah mengapa begitu mudah kamu putuskan cinta kita.. Bahkan entah mengapa sampai saat ini kamu tak pernah ...

#PUISI. EUPHORIA (SESAAT)

Cipt. Na Hay...sebuah kata yang mengawali perkenalan kita. Awalnya aku merasa bahwa pertemuan ini hanya berujung kehampaan, Setelah beberapa jam bersama, kita mulai membahas dari yang tidak tau menjadi tau Yang sesak menjadi tawa terpecahkan. Rasa ini mulai menusuk, tak beretika datang begitu saja tanpa memahami lebih dalam. Aku mulai  diam-diam mengamatimu, mencuri secara licik pandanganmu Seakan aku adalah tahanan baru yang mulai memasuki jeruji besi. Malam berlabu kita melewati jalan tak berpenghuni  Rasaku semakin tak tertahan, mencoba segala hal untuk menyudutkan perasaan ini Tapi tak bisa ku pungkiri,senyum mu selalu terbayang di tiap waktu yang ku miliki. Perjalanan terhenti, tawamu pun telah hilang. Setelah sekian lama, kita bertemu tak ada sapa antara kita. Rasanya sesak, hatiku pilu dengan perlakuanmu Apakah kemarin hanya mampu  dijadikan seri kenangan yang akan berlalu begitu saja. Lagi-lagi aku yang kalah, aku menyimpan rasa sendiri dan berhar...